Travelog
Tiga Wisata Religi Yang Tak Boleh Dilewatkan
  Senin, 6 Juli 2015, 11:13 WIB
  By Mona

Detail event

KOTA KAMI - Di bulan Ramadhan banyak umat muslim melakukan wisata religi ke berbagai daerah. Mereka berbondong-bondong untuk melakukan ziarah ke makam-makam atau tokoh agama. Banyak yang mengatakan jika kegiatan ini dilakukan untuk memanjatkan doa dan rasa bersyukur kepada Allah SWT, dan tidak hanya ingat pada keindahan duniawi saja. Biasanya yang menjadi wisata ziarah favorit adalah daerah cirebon, kudus atau blitar.

Kali ini tim Kota Kami akan menyuguhkan beberapa wisata religi menarik di Bandung yang sangat sayang untuk dilewatkan. Apa sajakah itu?

Masjid Raya Bandung

Masjid yang terletak di pusat Kota Bandung ini memiliki nama Masjid Agung saat pertama kali dibangun. Masjid ini dibangun pada tahun 1810. , Masjid Agung telah mengalami delapan kali perombakan pada abad ke-19, kemudian lima kali pada abad 20 sampai akhirnya direnovasi lagi pada tahun 2001 sampai sampai peresmian Masjid Raya Bandung 4 Juni 2003 yang diresmikan oleh Gubernur Jabar saat itu, H.R. Nuriana.

Selain dapat menikmati keindahan bangunan masjid yang identik dengan sentuhan Arab ini, Anda juga dapat bersantai di alun-alun Kota Bandung. Semenjak pembugarannya, alun-alun Bandung banyak dijadikan sebagai wisata alternatif oleh warga Bandung.

Daarut Tauhid

Wisata rohani selanjutnya adalah Daarut Tauhid, pesantren milik Aa Gym. Pesantren Daarut Tauhid bukan hanya sekadar pesantren. Di sini pengunjung juga dapat menginap di Cottage Daarul Jannah dan Cafetaria Daarul Jannah.

Kegiatan yang biasanya dilakukan di pesantren ini adalah pengajian rutin rutin setiap minggu yang bisa diikuti oleh para pengunjung adalah pengajian pada hari Kamis malam. Pengajian dilakukan setiap setelah salat Isya.

Kampung Mahmud

Kampung Adat Mahmud, adalah sebuah kampung kecil di sisi sungai Citarum. Sebuah kampung adat yang menyimpan nilai historis perkembangan dan persebaran agama Islam di Kota Bandung. Menurut masyarakat sekitar kampung Mahmud, kampung ini dibangun oleh Sembah Éyang Abdul Manaf yang merupakan turunan dari wali Cirebon, Syarif Hidayatullah. Kampung ini dibangun pada abad ke 15 Masehi.

Kegiatan religi biasanya dilaksanakan pada hari-hari besar dalam Islam, Rajaban (27 Rajab) atau Muludan (12 Mulud). Pada acara seperti ini umumnya digelar shalawatan, pengajian, serta permainan terbang sebagai salah satu kesenian buhun orang Sunda. Ritus besar lainnya adalah Ziarah Massal yang biasa diselenggarakan pada minggu kedua di bulan Syawal.

Travelog Terkait

Review Anda

Destinasi Terkait
Sejarah

Bandung


Rekomendasi Hotel

Villa

Lembang

Villa

Lembang

Villa

Sersan Bajuri

Soekarno Hatta

keep update with Us
or signup our Newsletter